inovasi kejuruan (kreativitas dan inovasinya)
Dalam kehidupan sehari-hari, kreativitas dan inovasi biasa dilakukan banyak orang pada berbagai aspek kehidupan untuk menciptakan perubahan yang positif, dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas, dan membantu masyarakat mencapai potensi mereka secara optimal. Pada era revolusi industri 4.0 perubahan dalam berbagai aspek kehidupan mengalami percepatan luar biasa, oleh karena itu kemampuan kreativitas dan inovasi menjadi semakin penting dalam memecahkan berbagai masalah dan menghasilkan solusi dalam menghadapi tantangan kehidupan yang juga terus berkembang dan semakin kompleks. Dengan memahami konsep kreativitas dan inovasi secara mendalam dan menyeluruh, guru diharapkan akan menjadi guru kejuruan yang kreatif dan inovatif di dalam melaksanakan tugasnya memfasilitasi peserta didik.
kreativitas merupakan kemampuan mengemukakan solusi, ide, cara atas permasalahan yang ada, sedangkan inovasi yaitu proses melakukan sesuatu dengan cara baru atau dapat dikatakan bahwa penerapan dari ide kreativitas tersebut.
cara untuk meningkatkan kreativitas,
- Mencoba berbagai metode kreatif: Ada beberapa metode yang mampu meningkatkan kreativitas, seperti mind map, brainstorming, six hats, hingga snowball.
- Mendengarkan suara latar: Mendengarkan suara latar seperti musik atau suara alam dapat membantu meningkatkan kreativitas.
- Berjalan kaki: Berjalan kaki dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kreativitas.
- Membaca: Membaca dapat membantu meningkatkan kreativitas dengan memperluas wawasan dan pengetahuan.
- Mencari hobi baru: Mencari hobi baru dapat membantu meningkatkan kreativitas dengan memperkenalkan hal-hal baru ke dalam hidup.
- Melamun dengan ide-ide, seperti sedang mencuci pakaian temukan ide kreatif, atau sedang beraktifitas lainya.
pengalaman saya dalam menerapkan kreatifitas dan inovasi:
pada saat berkuliah saya mencoba ikut Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) di universitas, dimana saya saat itu melihat banyaknya limbah kain perca dari industri rumahan konveksi didaerah dekat tempat saya tinggal, kain hasil konveksi yang di industri rumahan hanya dibuat keset atau dibuang. maka dari itu saya melihat peluang bagaimana cara limbah kain perca yang dibuang dijadikan hal yang bernilai jual kembali. maka dari itu saya membuat sesuatu dengan kain perca tersebut, saya dan kelompok saya memunculkan ide-ide kreatifnya masing-masing, ide tersebut yaitu kain perca dijadikan sandal, sepatu, baju, kerudung, topi, taplak meja, pot tanaman. pada saat itu yang akhirnya kain perca tersebut dijadikan sebuah kerudung, yang dikasih nama kerca mody. tidak disangaka mendapatkan pendanaan untuk pengimplementasikan dari kemenristekdikti, akhirnya kita berkelompok membuat kerca mody.
Pertanyaan-pertanyaan dan diskusi
Metode kreativitas dan inovasi apa yang cocok diimplementasikan oleh guru saat mengajar lalu mendapati masalah yang mengharuskan untuk cepat mendapatkan penyelesaian masalah tersebut?
jawab:
Untuk mengatasi masalah yang memerlukan solusi cepat saat mengajar, guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Beberapa metode pembelajaran yang dapat membantu guru dalam mengatasi masalah tersebut adalah sebagai berikut:
Pembelajaran berbasis proyek: Metode ini memungkinkan siswa untuk belajar melalui proyek atau tugas yang menantang. Guru dapat memberikan tugas yang relevan dengan masalah yang dihadapi dan meminta siswa untuk mencari solusi dari masalah tersebut.
Pembelajaran berbasis inkuiri: Metode ini memungkinkan siswa untuk belajar melalui eksplorasi dan penemuan. Guru dapat memberikan pertanyaan terbuka dan meminta siswa untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut.
Pembelajaran campuran: Metode ini menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring. Guru dapat menggunakan teknologi seperti video conference atau aplikasi chat untuk berkomunikasi dengan siswa dan memberikan bimbingan.
Pembelajaran interaktif: Metode ini memungkinkan siswa untuk belajar melalui interaksi dengan guru dan teman sekelas. Guru dapat menggunakan teknologi seperti game atau simulasi untuk membuat pembelajaran lebih menarik.
Menggunakan proses pemikiran desain: Metode ini memungkinkan siswa untuk belajar melalui proses pemikiran kreatif dan inovatif. Guru dapat memberikan tantangan atau masalah yang harus dipecahkan oleh siswa menggunakan proses pemikiran desain.
Menggunakan AI dalam pendidikan: Metode ini memungkinkan guru untuk menggunakan teknologi AI untuk membantu siswa dalam belajar. Contohnya, guru dapat menggunakan chatbot untuk menjawab pertanyaan siswa atau menggunakan sistem evaluasi otomatis untuk menilai tugas siswa.
Pembelajaran berbasis proyek: Metode ini memungkinkan siswa untuk belajar melalui proyek atau tugas yang menantang. Guru dapat memberikan tugas yang relevan dengan masalah yang dihadapi dan meminta siswa untuk mencari solusi dari masalah tersebut.
Pencetakan 3D: Metode ini memungkinkan siswa untuk belajar melalui pencetakan 3D. Guru dapat memberikan tugas yang harus dicetak menggunakan printer 3D dan meminta siswa untuk mencari solusi dari masalah tersebut.
Pembelajaran berbasis game: Metode ini memungkinkan siswa untuk belajar melalui game atau simulasi. Guru dapat menggunakan game atau simulasi yang relevan dengan materi pembelajaran untuk membuat pembelajaran lebih menarik.
Menggunakan teknologi realitas virtual: Metode ini memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman virtual yang realistis. Guru dapat menggunakan teknologi VR untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif.
Berikut adalah tugas- tugas dari mata kuliah Inovasi Kejuruan
INOVASI KEJURUAN
LEMBAR KERJA 1.1
(Penggunaan Metode Brain Writing)
Kelompok 3:
- Indra
Setiawan
- Reza
Rizkiana
- Aulia
Raisah
- Irkham
Maulana
- Septianto
- Kusuma
Dewi
- Hari Sakti
PERMASALAHAN: Rendahnya keterserapan lulusan karena kompetensi peserta didik yang kurang
Karena berdasarkan survei indeks literasi di indonesia tahun 2022 yaitu 3,54 poin. Masih kategori rendah. Jika dikaitkan dengan keterserapan lulusan yang belum maksimal, bisa disebabkan karena daya saing dan daya juang yang masih sedang. Sedangkan di Abad-21 untuk dapat bersaing di dunia kerja harus memiliki kemampuan literasi yang baik. Hal ini akan meningkatkan kualitas diri untuk nantinya mampu bersaing dan juga bertahan diindustri karena sudah terbentuk pribadi yang kreatif dan inovatif untuk menghadapi permasalahan di dunia kerja. Ini juga yang menjadi pertimbangan dunia kerja untuk merekrut karyawan. Selain itu, kurangnya literasi bisa disebabkan karena sarpras kurang mendukung, misal perpusnya atau sarpras tepat anak anak untuk membaca. Biasanya kalau sudah ada tetapi kurang menarik jadi anak anak masih minim untum mau membaca
Faktor
penyebab:
Kurangnya Sarana dan Prasarana
Kumpulan Masukan Ide Untuk Solusi dari
Permasalahan
|
No. |
Nama |
Usulan Ide |
|
1 |
Indra Setiawan |
Praktik Kerja Lapangan (PKL |
|
Media Pembelajaran (Swansoft dan Youtube) |
||
|
Mencari Dana |
||
|
2 |
Reza Rizkiana |
Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi |
|
3 |
Aulia Raisah |
Penggunaan aplikasi simulasi |
|
Pengusulan program Sekolah Pusat Keunggulan (PK) |
||
|
Melakukan kerja sama
dengan Industri |
||
|
4 |
Irkam Maulana |
Pelaksanaan kelas industri di SMK |
|
Sekolah bermitra dengan industry |
||
|
Kolaborasi antar sekolah yang relevan untuk
menunjang sarpras |
||
|
Pembelajaran dapat dilakukan di BLK |
||
|
Ujian kompetensi yang valid atau terpercaya oleh
industri |
||
|
Pembelajaran menggunakan teknologi simulasi
digital |
||
|
Bekerja sama dengan investor untuk membuka teaching
factory dan industri kecil |
||
|
Mencari dan menerima hibah mesin |
||
|
Menjual mesin-mesin kemudian membeli mesin yang
baru |
||
|
5 |
Septianto |
Penggunaan media pembelajaran yang berupa
teknologi aplikasi |
|
Melakukan kerja sama
dengan Industri sekitar |
||
|
6 |
Kusuma Dewi |
Memanfaatkan teknologi perangkat
lunak dalam pembelajaran (MasterCAM, AutoCAD, Solidworks) |
|
7 |
Hari Sakti |
Masukan dana dgn menyediakan Jasa daur ulang
gelas |
|
Masukan dana dgn menghasilkan produk paving block
daur ulang |
Dari usulan berikut akan dijelaskan secara rinci pada
lembar berikutnya.
1. Usulan dari Indra Setiawan
Kreativitas
(Ide Baru) :
1) Penggunaan media pembelajaran
swansoft dan video pembelajaran youtube untuk mengatasi keterbatasan mesin CNC
dan keterbatasan waktu pembelajaran siswa di sekolah. (Solusi Alternatif
Utama: Karena dapat langsung diterapkan tanpa perencanaan dan proses yang
lama)
2) Mencari Dana (Solusi Utama Alternatif: Karena Kompetensi yang diharapkan lulusan SMK ialah berdasarkan kondisi nyata/pembelajaran secara langsung menggunakan mesin, namun karena pengumpulan dan pencarian dana yang besar perlu perencanaan dan proses yang panjang maka solusi ini tetap diterapkan(target jangka panjang))
2. Usulan dari Reza Rizkiana
Kreativitas
(Ide Baru) :
Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi: Sekolah dapat menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi atau lembaga pendidikan tinggi yang memiliki akses ke mesin CNC. Siswa dapat menghadiri kursus di perguruan tinggi tersebut atau mengunjungi fasilitas mereka untuk belajar lebih lanjut tentang mesin CNC.
3. Usulan dari Aulia Raisah
1)
Penggunaan aplikasi simulasi untuk
membantu proses pembelajaran
Sarana prasarana yang ada biasanya sudah
tertinggal dengan perkembangan zaman. Sekarang perkembangan teknologi pada
Teknik mesin sudah pada masa otomasi. Sekolah memiliki keterbatasan untuk
pengadaan mesin dengan teknologi terbaru dikarenakan harganya yang mahal. Guru
dapat menggunakan aplikasi simulasi untuk meningkatkan kompetensi peserta
didik, karena aplikasi simulasi memungkinkan peserta didik belajar dengan situasi
yang mirip dengan sebenarnya.
2)
Pengusulan program Sekolah Pusat
Keunggulan (PK)
Sekolah melakukan pengajuan program
sekolah PK. Hal ini akan menjadi salah satu cara untuk mendukung pemenuhan
kebutuhan sarana prasarana praktikum di sekolah yang masih belum ada.
3)
Melakukan kerja sama dengan Industri
Kerja sama dengan industri dilakukan dengan membantu pemenuhan pengerjaan job di industri (pembuatan part misalnya). Sekolah meminta feedback untuk diberikan dukungan berupa peralatan praktikumnya.
4. Usulan dari Irkham Maulana
1)
Pelaksanaan
Kelas Industri di Sekolah Menengah Kejuruan
2)
Sekolah
bermitra dengan industry yang dapat bekerja sama
3)
Kolaborasi
antar sekolah yang relevan untuk menunjang sarana prasarana (saling melengkapi
mesin) atau pembelajaran dilakukan di sekolah lain untuk memenuhi kompetensi
4)
Jika
fasilitas pembelajaran kurang memadai, pembelajaran dapat dilakukan di BLK yang
dapat memenuhi kompetensi yang relevan, sehingga kompetensi siswa terpenuhi
5)
Kompetensi
di ukur dari ujian kompetensi yang valid atau terpercaya oleh industri
6)
Pembelajaran
menggunakan teknologi simulasi digital, dapat dilakukan menggunakan
laptop/komputer sekolah atau dapat juga menggunakan hp siswa.
7)
Bekerja
sama dengan investor untuk membuka teaching factory, dan membuka serta menjalankan
industry kecil di lingkungan sekolah. Membuat produk yang dapat dapat dijual
8)
Mencari
dan menerima hibah mesin yang relevan sesuai dengan kompetensi pembelajaran.
9) Menjual mesin-mesin yang tidak terpakai atau tidak digunakan selama pembelajaran atau mesin yang tidak sesuai kompetensi di sekolah. Kemudian membeli mesin yang baru sesuai kompetensi yang diperlukan di industry untuk pembelajaran siswa.
5. Usulan dari Septianto
1)
Penggunaan media pembelajaran yang berupa
teknologi aplikasi dalam proses pembejalaran
Untuk
meningkatkan sarana prasarana terdapat banyak kendala seperti kekurangan biaya,
lahan, dll. Jadi perlu adanya inovasi kejuruan untuk menanggulangi banyaknya
kendala. Penggunaan media pembelajaran yang berbasis teknologi dapat
meminimalisir banyaknya kendala seperti, aplikasi simulasi dapat digunakan
sebagai alternatif. Guru dapat menggunakan aplikasi simulasi untuk meningkatkan
pemahaman dan kompetensi peserta didik. Aplikasi simulasi yang dapat digunakan
seperti, Swansoft, Mastercam, CadCam dll. Penggunaan aplikasi simulasi
memungkinkan peserta didik memahami situasi yang mirip dengan penggunaan mesin
sesungguhnya.
2)
Melakukan kerja sama dengan Industri
sekitar
Kerjasama dengan industry dapat dilakukan guna memberikan kesempatan peserta didik untuk diterima kerja di industry tersebut, sehingga mengurangi minimnya keterserapan kerja peserta didik. Bisa juga dengan Kerjasama dengan industry dapat memungkinkan pembuatan Teaching Factory di sekolah. Kendala sarana prasana dapat juga diminimalisir dengan adanya kerja sama dengan industry yang mana industry dan sekolah dapat saling bermanfaat misalnya, Industri meminta pihak sekolah untuk mengerjakan job dan sekolah dapat meminta peralatan yang diperlukan untuk mngerjakan job tersebut.
6. Usulan dari Kusuma Dewi
Latar Belakang Masalah :
Ide LK 1.1
Rendahnya keterserapan peserta didik
di dunia kerja > Rendahnya kompetensi > Kurangnya sarana dan prasarana di
sekolah > Alternatif solusi > Memanfaatkan teknologi untuk melatih
kemampuan siswa meskipun sekolah minim sarpras
|
Memanfaatkan teknologi (MasterCAM, AutoCAD, Solidworks) |
|
|
Kelebihan |
Kekurangan |
|
Penghematan
biaya |
Keterbatasan
praktik langsung |
|
Simulasi |
Perlu
pelatihan guru |
|
Pembelajaran
lebih aksesibel |
Koneksi
internet |
|
Dapat
digunakan dimanapun / fleksibel |
Akses
teknologi |
Menggunakan perangkat lunak seperti Mastercam dan AutoCAD sebagai alternatif untuk mesin CNC di sekolah dengan keterbatasan sarana dan prasarana bisa menjadi solusi yang kreatif dan efektif karena hemat biaya dan skill tersebut akan sangat terpakai nantinya di industri. Penting untuk memahami bahwa perbaikan dalam kompetensi siswa memerlukan waktu dan upaya yang berkelanjutan. Kerja sama antara sekolah, guru, siswa, orang tua, dan industri sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan siswa SMK.
7. Usulan dari Hari Sakti
Kreativitas (Ide Baru) :
Membuat produk paving block dari daur ulang sampah plastik dan dijadikan
sebagai produk yang memiliki nilai jual. Sehingga sekolah dapat memiliki
masukan dana yang dihasilkan dari penjualan Paving block tersebut. (Solusi
Alternatif Utama: Karena penerapannya menggunakan peralatan yang sederhana)
SEL.13.2-T1-6 Koneksi Antar Materi
Keterhubungan antara materi strategi dan metode krativitas dan inovasi yang dibahas dengan mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen pada materi pembelajaran dan asesmen model Teaching Factory (TEFA). Penggunaan model pembelajaran TEFA dalam model pembelajaran merupakan penggunaan metode inovasi dan kreativitas yang akan memberikan manfaat ganda, karena akan meningkatkan efektivitas pembelajaran dalam mencapai tujuan dan di sisi lain dapat membiasakan peserta didik berperilaku inovatif, dan solusi kreatif untuk menyelesaikan masalah yang mungkin terjadi di dunia kerja, selain itu penggunaan model pembelajaran TEFA juga merupakan penerapan strategi open innovation dengan berkerjasama dengan dunia industri sehingga dapat memberikan masukan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan di dunia kerja serta memberikan akses pada teknologi dan sumber daya yang diperlukan.